DFSK Berhentikan 47 Karyawannya

Produsen mobil DFSK mulai melaporkan pengurangan pegawainya.

Pabrik mobil PT Sokonindo Automobile atau DFSK Indonesia memberhentikan 47 karyawannya.

Manajemen DFSK Indonesia juga angkat bicara soal PHK.

Humas dan Manajer Media DFSK Achmad Rofiqi mengatakan tindakan yang diambil merupakan keputusan yang sulit namun sejalan dengan kebijakan perusahaan.

Menurut dia, kebijakan tersebut mempertimbangkan kapasitas produksi seiring dengan jumlah permintaan. Meski demikian, DFSK mengklaim telah membayar pesangon berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia.

Yang ingin disampaikan dalam hal ini PT Sokonindo Automobile memberikan santunan kepada mantan pegawai yang diberhentikan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia, termasuk pemberian uang pesangon dan THR. Rofiqi belum lama ini. “Pada komponen yang kami berikan kepada semua karyawan kami,

Jika kita membicarakan hal ini, tentu tidak terjadi jika penjualannya bagus.

Menurut Rofiqi, ada penyesuaian. Dengan kata lain, ketika permintaan konsumen mulai menurun, proses produksi harus disesuaikan. Kalau tidak, kerugiannya akan lebih besar.

Akibatnya, DFSK harus memberhentikan 47 karyawan di fasilitas perakitan kendaraannya di Chikande.

Perjalanan DFSK di Indonesia dimulai pada 28 November 2017 dengan selesainya pembangunan pabrik di Kawasan Industri Modern Cikande.

Fasilitas perakitan kendaraan ini diklaim mampu memproduksi hingga 50.000 unit per tahun.

Janji membangun fondasi mobilitas yang kuat ditunjukkan oleh investasi DFSK hingga $150 juta untuk membangun pabrik di Indonesia.

Bahkan, diharapkan bisa dijadikan basis produksi di beberapa negara Asia, termasuk produksi kendaraan listrik di masa depan.

Seiring berjalannya waktu, DFSK merek Cina mulai goyah di Indonesia karena persaingan di industri otomotif nasional yang didominasi oleh pabrikan Jepang menjadi cukup ketat.

Lima tahun setelah memasuki pasar mobil domestik, DFSK mulai didera masalah serius yang disebutkan di atas.

Trending :  Bus Mercedes-Benz Euro 4 Akan Diluncurkan Tahun Depan, Apa Kabar Versi Listriknya?

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang tahun 2021 penjualan factory-to-dealer (grosir) DFSK mencapai 3.242 unit, sedangkan distribusi dealer-to-consumer (penjualan eceran) hanya 2.933 unit.

Apalagi kinerja Januari-Maret 2022 tidak terlalu bagus. Pabrik hanya mendistribusikan 114 unit ke dealer sepanjang Januari 2022, turun menjadi 335 unit pada Februari 2022 dan 286 unit pada Maret 2022.

Lebih spesifiknya, sepanjang Januari 2022 telah terjual 4 model Glory i-Auto, 11 Glory 560 1.5L, 7 Gelora Blind Vans, 2 Minibus Gelora, dan 90 pickup. Sebanyak 114 pada Januari 2022.

Juga dijual pada Februari 2022 adalah 3 Glori i-Auto, 2 Glory 560 1.5L, 0 Gelora Blind Van, 3 Gelora Minibus dan 327 Pickup. Total penjualan mencapai 335 unit.

Terakhir, selama Maret 2022, Glory i-Auto terjual 3 unit, Glora 560 unit 0 unit, Gelora Blind Van 7 unit, Minibus Gelora 0 unit, dan pickup 276 unit. Total penjualan mencapai 286 unit.

Dari Januari hingga Maret 2022, total grosir adalah 735 unit, meningkat 4% dari 707 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara penjualan ritel Januari-Maret 2022 hanya 644 unit, turun 13,7% dari periode yang sama tahun lalu (746 unit).

Melihat data tersebut, Rofiqi menjelaskan, penurunan penjualan DFSK periode Januari-Maret 2022 masih dianggap wajar karena adanya penyesuaian persediaan masing-masing dealer.

Rofiqi mengatakan pada Kamis (21/4/2022) bahwa “Penjualan Q1 umumnya mendekati penyesuaian untuk unit dealer karena dipengaruhi oleh sisa persediaan VIN dari tahun sebelumnya.”

Rofiqi mengklaim data penjualan ritel kuartal I 2022 mencapai 644 unit dan penjualan bulanan relatif stabil.

Rofiqi kembali menegaskan “Jadi ini tentang koordinasi ketersediaan unit dealer kami.”

Sumber: Contan

Leave a Reply

Your email address will not be published.